Rekruitmen Karyawan PT. VDNI dan PT. OSS Tetap Melalui Pemda Konawe

  • Whatsapp
Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara mendengarkan aspirasi 30 Ormas Tolaki terkait perektitan TKL di PT. VDNI dan PT. OSS. Foto: Ilfa.

KIATNEWS : KONAWE — Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara ( GTS) mendengarkan aspirasi 30 organisasi masyarakat (Ormas ) serta Camat se-Kabupaten Konawe, Sabtu (10/7/2021), di ruang kerjanya.

30 Ormas tersebut mempertanyakan terkait perekrutan tenaga kerja lokal di PT. Virtue Dragon Nikel Industri (VDNI) dan PT. OSS di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Read More

Setelah mendengarkan aspirasi puluhan Ormas tersebut, GTS menyampaikan bahwa perekrutan tenaga kerja lokal di PT. VDNI dan PT. OSS tetap melalui pemeritah daerah bukan melalui perusahaan.

Terkait masalah rekrutmen, dirinya meminta masing-masing kecamatan dan distrik Ormas dikoordinasi masing-masing kecamatan.

“Pemerintah daerah melakukan kebijakan sesuai jenjang dari bawah yakni desa, kecamatan dan kabupaten. Jadi teman-teman kalau masing-masing kecamatan sudah ada distriknya, yah masing-masing silahkan koordinasi dengan camatnya, saya memberikan kewenangan distrik kepada masing-masing,” jelasnya.

Ia juga meminta kepada 30 Ormas, khususnya masyarakat Konawe untuk menyelesaikan masalah dengan komunikasi yang baik tanpa harus melakukan penutupan perusahaan tersebut.

“Kalau ada masalah datangmi demo di sini, saya terima aspirasinya janganmi lagi kita berpikir mau tutup di sana. Bayangkan kalau di tutup di sana satu jam saja, negara yang rugi,” ujar politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Sementara itu, Ketua umum Perkumpulan Masyarakat Tolaki Sulawesi Tenggara (PMTS), Supriadin mendukung pemerintah daerah dalam perekrutan tenaga kerja lokal di PT. VDNI dan PT. OSS.

“Kami tetap pada pendirian kami, aturlah kami sebagaimana mestinya. Tapi sesuai dengan prosedur yang berlaku,” katanya.

Di tempat yang sama, Ketua Tamalaki Sultra, Alpian Anas mengungkapkan, bahwa sampai hari ini, pihaknya masih mendukung pemerintah daerah untuk mengambil alih perekrutan tenaga kerja lokal di PT. VDNI dan PT. OSS.

“Saya kira kita berdiri di sini mendukung dan manjadi kesepakatan untuk kepentingan masyarakat Konawe,” ungkapnya.

Sebelumnya, massa dari 30 Ormas melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Konawe, Senin (5/7/2021). Ormas tersebut meminta Tenaga kerja lokal (TKL) yang telah lama bekerja di industri itu dengan status kontrak diangkat menjadi karyawan, dengan perjanjian kerja waktu tidak tentu (PKWTT).

Diketahui, dalam pertemuan tersebut dihadiri oleh Kapolres Konawe, AKBP Wasis Santoso, 30 Ormas Tolaki dan Camat se-Kabupaten Konawe.

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.