KIATNEWS, KENDARI : PT. Cinta Jaya diduga turut serta mendukung aktivitas ilegal mining di Desa Mandiodo, Kecamatan Molawe, Kabupaten Konawe Utara (Konut).

Bahkan, perusahaan tersebut disinyalir memiliki peran penting dalam aktivitas pertambangan ilegal di Blok Mandiodo.

Berdasarkan penelusuran awak media ini, beberapa pihak mengakui keterlibatan PT. Cinta Jaya dalam pengerukan ore nikel yang dilakukan sejumlah perusahaan tambang, yang diduga dilakukan secara ilegal.

Salah seorang warga Kecamatan Molawe berinisial H yang menemui awak media ini memastikan, jika PT. Cinta Jaya memiliki peran sentral dalam aktivitas ilegal mining di Blok Mandiodo.

Sumber media ini menduga adanya pembiaran dari PT. Cinta Jaya yang memiliki IUP aktif, untuk menaungi aktivitas 11 IUP yang beraktivitas secara ilegal.

“Saya melihat ada kerja sama diantara mereka, dengan modus meminjamkan dokumen terhadap sejumlah perusahaan tambang yang tak memiliki kelengkapan dokumen untuk menjual hasil alam yang dikeruk,” ujar H, saat ditemui di Kantor DPRD Provinsi Sultra.

Dia juga mengaku, bahwa dirinya pernah bertemu langsung dengan pihak KTT PT. Cinta Jaya, dan secara gamblang KTT perusahaan itu bercerita jika PT. Cinta Jaya menjadi perlindungan bagi sejumlah perusahaan tambang yang melakukan aktivitas ilegal, saat tim dari Mabes Polri dan Polda Sultra turun lapangan melakukan sidak.

Baca Juga :  Bupati Kolaka Timur Tutup Usia

“KTT PT. Cinta Jaya pernah bercerita ke saya, bahwa alat berat perusahaan-perusahaan yang melakukan aktivitas di lahan berstatus quo (milik antam) kerap dititipkan ke PT. Cinta Jaya. Hal itu dilakukan saat tim Mabes Polri dan Polda Sultra turun lapangan,” bebernya.

Selain itu, PT. Cinta Jaya juga diduga melakukan komersialisasi terminal khusus miliknya. Sejumlah perusahaan tambang yang beraktivitas di lahan tumpang tindih itu nampak melakukan haulling di jetty PT. Cinya Jaya.

Terkait peminjaman dokumen, PT. Sangia Perkas Raya (SPR) merupakan salah satu perusahaan yang diduga menggunakan dokumen PT. Cinta Jaya untuk menjual ore nikel.

 

 


(rud/kas)

Komentar
kiatnews.id