Bupati Konsel dilaporkan ke Polda Sultra oleh Yusuf Contesa terkait dugaan utang piutan senilai Rp2,5 miliar. foto: istimewa.

KIATNEWS, KENDARI : Aliansi Masyarakat Konawe Selatan Bersatu (AMKB) mendesak pihak Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) agar segera menuntaskan kasus dugaan utang piutang yang melibatkan Bupati Konsel, Surunuddin Dangga yang telah dilaporkan Yusuf Contesa.

AMKB menilai pihak Polda Sultra lamban dalam memproses kasus tersebut. Padahal, Yusuf Contesa melayangkan laporan tersebut pada 26 Maret 2020, yang diterima oleh BA Subdit II Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditres Krimsus) Polda Sultra, Briptu Ovaldin.

Dikutip dari laman sultraonline.com, Sekretaris Umum AMKB – Konsel, Rispan mempertanyakan kinerja aparat kepolisian dalam penanganan kasus tersebut, karena hingga saat ini masih juga belum ada kabar penyelesaiannya. Untuk itu, pihaknya bergerak untuk mempertanyakan lanjutan proses hukum itu.

Menurutnya, sangat disayangkan bila pihak kepolisian tidak menuntaskan secepatnya. Apalagi, masalah utang piutang ini terkait biaya kepesertaan menjadi calon kepala daerah lima tahun lalu (2015).

Rispan mengaku heran dengan tujuan pinjaman tersebut untuk biaya pencalonan kepala daerah, namun, setelah berhasil menjadi bupati justru utangnya tak kunjung dilunasi.

“Untuk itu, kami turun ke jalan untuk mendesak pihak berwajib menuntaskan proses hukum yang sedang bergulir di Polda Sultra. Kami tidak ingin ada fitnah, jangan sampai dikatakan karena dekat Pilkada kami turun jalan. Ini adalah persoalan karakter pemimpin,” tegas Rispan, Kamis (10/9/2020).

Masih dari laman sultraonline, Yusuf Contessa selaku pemilik uang yang melaporkan politisi Golkar itu sangat berharap agar hal ini tidak harus berurusan secara hukum. Mengingat, hasil pinjaman yang diberikan kepada yang bersangkutan (Surunuddin Dangga, red), memang berhasil memenangkan konstetasi Pilkada 2015 lalu.

“Saya kira akan dilunasi pinjaman itu. Karena sudah menangmi. Tetapi saat ditagih baru dibayar (titip) Rp900 Juta dari pinjaman sebanyak Rp2,5 Miliiar. Malah dia bilang, siapa itu Yusuf Contessa. Saya tidak kenal,” kata Yusuf contesa kepada wartawan di Kendari.

Pengusaha ini mengaku heran, karena pinjaman itu sangat jelas diterima dan memiliki bukti tertulis dan disaksikan para saksi ketika penyerahan uang. Saat itu, dirinya diperlihatkan banyak sertifikat tanah, yang mana akan dijadikan jaminan pinjaman meski akhirnya tidak memegang sertifikat karena saling percaya.

Baca Juga :  Dugaan Aktivitas Ilegal Mining PT. Sangia dan Jetty Tak Berizin Milik Sudiro

“Proses hukum sudah berjalan. Semua bukti dan pemeriksaan saksi sudah diajukan dan diperiksa pihak Polda Sultra. Karena masalah ini sudah diproses hukum sejak lama, sehingga tidak ada hubungannya dengan proses Pilkada Konsel – 2020 yang sedang berjalan,’’ tegasnya.

 

  • Berikut Alur Pinjamannya

Berdasarkan keterangan kuasa hukum Yusuf Contesa pada lembaran somasinya, pinjaman dana sebesar Rp2,5 miliar tersebut diduga untuk biaya pemilihan kepala daerah (Pilkada) Konsel pada 2015 lalu.

Berdasarkan yang dijelaskan kuasa hukum Yusuf Contesa melalui surat somasi tersebut, alur pinjaman itu dimulai pada 7 Desember 2015 lalu. Saat itu, Surunuddin disebut meminjam dana kepada Yusuf sebesar Rp1 miliar yang dititipkan melalui Fatmawati Faqih.

Selanjutnya, pada 18 Juli 2016 lalu, Surunuddin kembali meminjam dana sebesar Rp500 juta yang dititipkan melalui Sespri Bupati Konsel itu bernama Rian di Bank Panin KCU Kendari. Pada 15 November 2016, Surunuddin meminta agar anaknya bernama Aksan Jaya Putra kembali meminjam uang sebesar Rp100 juta untuk biaya berobat ke Singapura, dana tersebut dititipkan kepada Rian (Sespri).

Pinjaman berlanjut pada 13 Desember 2016 lalu, Surunuddin kembali meminta anaknya Aksan Jaya Putra untuk meminjam Rp200 juta, untuk biaya berobat ke Singapura yang juga dana itu dititipkan melalui Rian. Pada 20 Desember 2016 lalu, Surunuddin meminta Adi Jaya Putra (anaknya) untuk meminjam dana sebesar Rp200 juta, untuk biaya Pilkada di Kabupaten Konawe.

Pada 30 Maret 2017, Surunuddin Dangga meminta kepada Yusuf Contesa untuk menyiapkan dana sebesar Rp490 juta yang diserahkan kepada Adi Jaya Putra dan Surunuddin Dangga, di Hotel Atlet Century Park Jakarta, di Kamar 1220.

Kemudian, secara bertahap, Surunuddin juga disebut meminjam dana dengan total Rp50 juta yang akan digunakan untuk biaya operasional. Dana tersebut diserahkan kepada Adi Jaya Putra di beberapa tempat seperti Hotel Claro dan Excelso Kendari.

 

 

 


(so/cr1/kas)

Komentar
kiatnews.id