Jembatan Teluk Kendari yang baru saja diresmikan Presiden RI, Joko Widodo. Foto: Rul/Kiatnews.

KIATNEWS, KENDARI : Jembatan sepanjang 1,34 kilometer yang membelah Teluk Kendari telah diresmikan Presiden RI, Joko Widodo, Kamis (22/10/2020). Selain aksi demonstrasi yang mewarnai kunjungan kerja Joko Widodo di Sultra, laman sosial media (Sosmed) baik di facebook maupun WhatsApp juga ramai perdebatan soal klaim konsep dan penggagas jembatan tersebut.

Pemerintah Provinsi Sultra melalui Kepala Dinas Kominfo, M. Ridwan Badallah menyampaikan ke publik, bahwa jembantan tersebut adalah konsep Ali Mazi ditahun 2003 lalu, yang dipinjam oleh Gubernur Nur Alam saat mulai menggagas pembangunan jembatan tersebut.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan (Kadikbud) Sultra, Asrun Lio angkat bicara terkait history awal mula pembangunan Jembatan Teluk Kendari. Dia mengatakan bahwa pembangunan jembatan teluk kendari merupakan gagasan Ali Mazi awal menjabat Gubernur Sultra pada periode 2003-2008.

“Pada periode Ali Mazi 2003-2008 saya sebagai Liaison Officer (LO) atau penghubung antara pemerintah provinsi dan kampus pada saat 3 bulan pertama beliau menjabat. Tanggal 25 april 2003 pikiran gubernur itu dibedah di kampus dalam bentuk seminar mendatangkan beberapa menteri, semua dokumen pelaksaan seminar nasional dan lokakarya regional yang disebut percepatan pemerataan pembangunan menuju Sultra Raya 2020 hasil seminarnya terangkum dalam rangkuman dalam hasil seminar itu,” jelas Asrun Lio, kepada wartawan Selasa, (6/10/2020) lalu.

Namun berbeda dengan cuitan di lini media sosial seperti Facebook. Nitizen memunculkan tagar #TerimaKasihJokowi #TerimaKasihNurAlam sebagai bentuk pernyataan bahwa Jembatan Teluk Kendari yang sebentar lagi akan diresmikan itu merupakan buah gagasan dari Gubernur Nur Alam.

Tim mencoba melakukan sosial eksperimen, dengan menginterview beberapa warga di tempat berbeda dalam Kota Kendari. Berikut ini beberapa warga yang berhasil diinterview oleh tim.

Salah seorang warga Poasia, Arfin saat ditemui mengaku mengetahui kedatangan Presiden Joko Widodo di Sultra adalah untuk meresmikan pabrik gula di Bombana dan Jembatan Teluk Kendari. Namun ketika ditanya terkait siapa penggagas Jembatan Teluk Kendari, dirinya spontan menjawab mantan Gubernur Nur Alam.

Baca Juga :  Haliana Dukung Penuh Percepatan Infrastruktur KSPN Wakatobi

“Penggagasnya Nur Alam,” ucap Arfin yang juga bekerja sebagai pengajar di salah satu perguruan tinggi di Kota Kendari.

Nurul Afiah warga Jalan Pasaeno, Kadia juga mengungkapkan hal sama bahwa pencetus pembangunan Jembatan Teluk Kendari adalah mantan Gubernur Sultra, Nur Alam. “Tahu. Mantan Gubernur kita Pak Nur Alam,” ucapnya saat ditemui di MAN 1 Kendari.

Hal yang sama juga dikatakan Galen. Warga Kecamatan Kambu ini menuturkan bahwa pelopor pembangunan ikon jembatan Kota kendari itu adalah Nur Alam. “Penggagasnya Pak Nur Alam,” katanya singkat.

Warga Mandonga, Rahman yang mengetahui informasi kedatangan Presiden RI dari awak media yang kerap nongkrong di kedai kopi miliknya, juga menuturkan hal yang sama. “Tahu. H. Hur Alam,” jelasnya menyebutkan secara lengkap nama penggagas Jembatan Teluk Kendari yang diketahuinya.

Alex yang berdomisili di Kambu, mengatakan penggagas Jembatan Teluk Kendari adalah Nur Alam yang dkemudian diresmikan oleh Ali Mazi.

“Penggagas Jembatan Teluk Kendari Nur Alam dong, tapi diresmikan Ali Mazi,” jelas Alex yang ditemui di lapak dagangannya.

Sementara itu, Reni, IRT yang juga warga Poasia mengatakan Presiden Jokowi datang meresmikan Jembatan Teluk Kendari yang di inisiasi oleh mantan Gubernur Sultra 2 periode, Nur Alam. “Iya, Nur Alam, mantan Gubernur,” katanya.

Pembangunan Jembatan Teluk Kendari ini diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di sekitar kawasan sekitar. Selain itu juga akan mempermudah akses masyarakat yang berada di kawasan Kota Lama atau Poasia yang selama ini dipisahkan oleh Teluk.

 

 


(cr1/rul)

Komentar
kiatnews.id