Aktivitas pemuatan ore nikel milik PT. Sangia Perkasa Raya, di pelabuhan diduga milik oknum anggota DPRD Konut yang tak memiliki izin. Foto: Rudia/kiatnews.id.

KIATNEWS, KONAWE UTARA : Salah satu oknum anggota DPRD Kabupaten Konut berinisial S terseret dalam dugaan operasional pelabuhan alias jetty tak berizin (ilegal) di bumi oheo.

Berdasarkan penelusuran KiatNews.id, ditemukan aktivitas pemuatan ore nikel diduga milik PT. Sangia Perkasa Raya (SPR), melalui jetty yang disinyalir tak berizin.

Beberapa masyarakat yang ditemui awak KiatNews.id mengatakan, bahwa pelabuhan tersebut merupakan milik salah satu anggota DPRD Konut dengan mengatasnamakan anaknya berinisial N.

Parahnya lagi, PT. SPR diduga beraktivitas secara ilegal. Sebab, perusahaan tambang yang beroperasi di Blok Mandiodo, Kecamatan Molawe, Kabupaten Konawe Utara tak memiliki izin eksploitasi dan Rencana Kerja dan Anggaran Belanja (RKAB).

Bahkan, PT. SPR juga diduga melakukan penjualan ore nikel dengan menggunakan dokumen PT. Cinta Jaya.

“Yang mengurus keberangkatan izin berlayar hari ini pak, hanya satu tongkang untuk Blok Mandiodo (8 Maret), yaitu PT. Buana Sukses18 lewat Jety dan cargo PT. Cinta Jaya, yang lainnya dari Boenaga PT. BBS, ” kata salah satu staf Syahbandar Molawe, belum lama ini.

Usai menemui Syahbandar Molawe, awak KiatNews.id mengkonfirmasi ke pihak PT. Cinta Jaya. Wakil KTT PT. Cinta Jaya, Samsuddin membantah pernyataan Syahbandar.

Baca Juga :  Garda Bangsa Sultra Canangkan Perekrutan Satu Juta Kader Internal

“Kami di sini pak, ada beberapa kontraktor yang JO dengan kami, sehingga cargo dan jetty yang kami izinkan adalah para kontraktor yang menambang di Wilayah IUP kami, apalagi berbicara PT. Sangia, untuk saat iniĀ  kami tidak memberikan ruang menggunakan cargo dan jetty PT.Cinta jaya,” ujar pria yang akrab disapa Sam.

Sementara itu, oknum anggota DPRD Konut berinisial S yang disebut masyarakat sebagai pemilik Jetty tersebut mengelak.

“Persoalan Jetty yang ada di Blok Mandiodo yang kita maksud itu bukan milik saya, saya hanya kepemilikan tanah yang kemudian saya jual ke Pak Aceng pada tahun 2018 lalu, yang menurut dia akan bangun Jetty. Sekali lagi saya jelaskan itu bukan milik saya,” bantahnya.

 

 

 


(rud/kas)

Komentar
kiatnews.id