KIATNEWS, KENDARI : Jaringan Advokasi Tambang Indonesia ( JATI ) wilayah Sultra terus menyoroti aktivitas pertambangan PT. Cinta Jaya, di Desa Mandiodo, Kecamatan Molawe, Kabupaten Konawe Utara (Konut).

Ketua Umum JATI wilayah Sultra, Enggi Indra Syahputra mengatakan, pihaknya telah berulang kali memberikan kritikan keras terhadap dugaan pelanggaran PT. Cinta Jaya, namun perusahaan tersebut seolah kebal hukum, dan tak mau menghentikan aktivitas nakalnya yang diduga menyalahi regulasi.

“PT. Cinta Jaya ini seolah kebal hukum, dimulai dari ilegal minning dengan melakukan penambangan di luar wilayah IUP-nya dengan menggarap kawasan hutan tanpa mengantongi izin, Cinta Jaya juga telah membuat Desa Mandiodo berlumuran lumpur karena aktivitasnya,” ungkap Enggi, Sabtu (27/3/2021).

Lebih lanjut, dia menjelaskan, dampak lingkungan yang diakibatkan aktivits PT. Cinta Jaya sudah sangat fatal bagi masyarakat Desa Mandiodo, akan tetapi tidak pernah ada itikad baik untuk melakukan perbaikan lingkungan, akibat aktivitasnya tersebut.

“Padahal jelas dalam Undang-Undang, perusahaan tambang harus melakukan perbaikan, apabila aktivitasnya mempengaruhi kestabilan lingkungan,” jelas Enggi

Dia juga menyebutkan, pelanggaran PT. Cinta Jaya yang juga tab bisa dibiarkan adalah komersialisasi terminal khusus (Tersus) atau jetty, dengan memfasilitasi beberapa perusahaan tambang yang tak mempunyai izin untuk mengangkut ore nikel melalui jetty miliknya.

Baca Juga :  Besok, Ketum DPP Bapera Lantik La Bakri

“PT. Cinta jaya ini kami duga memfasilitasi perusahaan tambang ilegal menggunakan jety miliknya, padahal jety milik PT. Cinta Jaya tersebut tidak jelas perizinannya,” ungkapnya.

Enggi juga menambahkan, salah satu jety milik PT. Cinta Jaya belum jelas perizinannya, tetapi pihak perusahaan berani untuk memfasilitasi sejumlah perusahaan tambang lainnya memakai jetty milik PT. Cinta jaya”

“Ada permainan dokumen perusahaan yang dilakukan oleh PT. Cinta Jaya dengan perusahaan lainnya, kalaupun seandainya jetty PT. Cinta Jaya berizin terminal khusus, tetapi ketika dipakai oleh perusahaan lain maka baik PT. Cinta Jaya dan perusahaan tambang lainnya telah melanggar Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 51 Tahun 2011,” tambahnya.

Enggi juga menyampaikan, bahwa segala pelanggaran dan ketidakpatuhan PT. Cinta Jaya telah dirangkum dalam satu Laporan, selanjutnya JATI Sultra akan segera melakukan aksi demonstrasi di beberapa kementrian terkait,” tutupnya.

 

 


(sal/yan)

Komentar
kiatnews.id