Aktivitas pemuatan ore nikel milik PT. Sangia Perkasa Raya, di pelabuhan diduga milik oknum anggota DPRD Konut yang tak memiliki izin. Foto: Rudia/kiatnews.id.

KIATNEWS, KONUT : Aktifitas penambang liar dan pengiriman ore melalui jetty yang belum mengantongi izin semakin marak di Blok Mandiodo, Kecamatan Molawe, Kabupaten Konawe Utara (Konut).

Salah satu perusahaan yang di duga melakukan penggalian ore nikel secara ilegal dan melakukan pengiriman di jetty tak bertuan adalah  PT. Sangia  Perkasa Raya (SPR).

Meski memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP), namun PT. SPR diduga belum memilki izin eksploitasi dan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) serta belum mengantongi lisensi.

PT. SPR yang melakukan pengiriman ore secara mulus diduga mendapatkan dukungan dari pihak PT Cinta Jaya, dengan memberi ruang lewat izin dokumen pelayaran jetty dan cargo milik PT. Cinta Jaya.

Sementara jetty tak bertuan yang dimaksud, awalnya diduga milik seorang pengusaha bernama Aceng, sebagaimana salah satu anggota DPRD Konut, Sudiro saat di konfirmasi via selulernya, pada 8 Maret 2021 lalu.

Baca Juga :  Hugua Berbagi Kisah Inspirasi "Dari Kuper Menjadi Keren"

Hal Berbeda justru diungkapkan Mus Laremba. Dugaan kepemilikan jetty tersebut atas nama Aceng dibantah oleh Mus Laremba, seraya menyebutkan bahwa Tersus tersebut milik Sudiro.

“Kenapa Pak Aceng , dia komplen itu jetty kah? Dia mengaku miliknya? itu bukan jetti-nya Aceng, itu jetty-nya pak Sudiro, atas nama anaknya Nani,” ujar Mus Laremba.

 

 

 


(rud/kas)

Komentar
kiatnews.id