Diduga Lakukan Pengancaman dan Pengrusakan, Oknum Dokter di Kendari Dipolisikan

  • Whatsapp

KIATNEWS : KENDARI — Oknum dokter cantik di Kota Kendari diduga melakukan pengancaman terhadap mantan kekasihnya menggunakan sebilah parang.

Penelusuran awak media ini, identitas oknum dokter tersebut diketahui berinisial SHS. Sedangkan korban yang melaporkan dugaan tindak pidana pengancaman tersebut berinisial HB.

Read More

Tak hanya dugaan pengancaman, dr. SHS diduga kuat melakukan tindakan pengrusakan dengan menikam kaca dan talang air mobil milik HB menggunakan gunting.

Oldi Apriyanto SH selalu Kuasa Hukum HB membenarkan bahwa kliennya telah melayangkan laporan ke Polsek Mandonga atas dugaan pengancaman dan pengrusakan, yang diduga dilakukan oleh SHS, pada 28 September 2021 lalu.

“Klien kami melaporkan SHS pada 29 September 2021 lalu,” ujar Oldi saat ditemui awak media di Mapolsek Mandonga, Senin 25 Oktober 2021.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, pihaknya telah menyerahkan sejumlah barang bukti pendukung laporan kliennya. Selain itu, beberapa saksi juga sudah dipanggil dan memberikan keterangan kepada penyidik perihal kasus yang dilaporkan kliennya.

Ditanya soal adanya indikasi keterlibatan oknum aparat membackup SHS dalam proses perkara hukum yang dilaporkan, Oldi mengaku tak tau menahu.

“Kalaupun sampai ada backup seperti yang kawan-kawan wartawan tanyakan tadi, sampai hari ini saya selalu kuasa hukum tak ingin berkomentar lebih jauh. Intinya, kami menyerahkan kepada pihak kepolisian untuk melaksanakan sesuai dengan manjemen penyidikan yang ada berdasarkan KHUP, maupun manejemen pendidikan berdasarkan perintah Kapolri,” jelasnya.

Selain sebagai pelapor, kata Oldi, kliennya juga berstatus terlapor atas dugaan penganiayaan yang dilaporkan oleh SHS pada 28 September 2021 lalu.

Terkait laporan tersebut, Oldi optimis penyidik tak akan melanjutkan proses penyelidikan dugaan kasus yang dilaporkan SHS. Sebab, jika mengacu pada unsur dua alat bukti, maka tudingan yang dialamatkan terhadap kliennya tak memenuhi unsur terjadinya tindakan penganiayaan.

“Setelah kami bertemu dengan penyidik yang menangani perkara, memang sampai hari ini belum ada saksi yang melihat secara langsung atas dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh klien kami,” ungkapnya.

Ia juga berharap, dengan adanya laporan dari kliennya, pihak penyidik yang menangani perkara ini agar mengutamakan yang namanya keadilan untuk mendapat kepastian hukum terhadap laporan kliennya.

Sementara itu, Kapolsek Mandonga, AKP Ketut Arya Wijanarka membenarkan perihal laporan SHS dan HB.

Mantan Kasat Reskrim Polres Konsel itu menjelaslan, pihak penyidik telah melakukan proses penyelidikan.

“Kami masih lakukan lidik, dan menunggu gelar perkara di Polres Kendari,” jelas mantan Kapolsek Baruga ini melalui WhatsApp.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.